Aulia Khoirunnisa1, Elis Nur Saadah2, Mardafi Jultri3, Muhammad Arif Annauval4, Shafira Zahira Nuryawan5, dan Syifa Putri Ramadhani6
Adminisitrasi Publik1
Bioteknologi2
Teknik Informatika3
Hukum Keluarga Islam4
Ilmu Komunikasi5
Manajemen6
Abstract
Gadgets have become an essential part of students’ academic and daily activities in the campus environment. While gadgets support access to information and learning resources, excessive use may lead to dependency that negatively affects concentration and learning effectiveness. This study aims to examine the influence of gadget dependency on students’ concentration and learning effectiveness. Using a descriptive quantitative approach, data were collected through questionnaires from 123 students at Universitas Muhammadiyah Bandung. The results indicate that excessive gadget use, especially for non-academic purposes, reduces learning focus, encourages procrastination, and decreases learning effectiveness. Therefore, controlled gadget use and clear campus regulations are necessary to support effective learning.
Keywords:gadget dependency, learning concentration, learning effectiveness, university students, campus environment.
Pendahuluan
Latar Belakang Topik
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perangkat elektronik, khususnya gawai (gadget), menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus (Riskiana et al., 2024). Fenomena ini, meskipun menawarkan kemudahan akses informasi dan komunikasi, juga menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap konsentrasi dan efektivitas pembelajaran (Maulana & Maulianza, 2022). Ketergantungan terhadap gawai dapat mengurangi perhatian mahasiswa dalam proses pembelajaran, menurunkan jam belajar, dan mengganggu fokus di kelas (Fahrizal & Faiga, 2021; Palupi & Cahjono, 2022). Hal ini dapat berdampak signifikan pada kualitas pemahaman materi dan pencapaian akademik secara keseluruhan, mengingat konsentrasi merupakan fondasi utama dalam proses belajar yang efektif (Jamun & Ntelok, 2022). Penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai yang tinggi, bahkan mencapai lebih dari 5 jam per hari, dapat menyebabkan ketergantungan yang kuat pada mahasiswa, membuat mereka sulit melepaskan diri dari perangkat tersebut (Jamun & Ntelok, 2022). Ketergantungan ini tidak hanya berpotensi mengganggu konsentrasi, tetapi juga dapat memengaruhi interaksi sosial, motivasi belajar, dan bahkan capaian akademik mahasiswa (Sago et al., 2025). Oleh karena itu, penelitian ini menjadi krusial untuk mengkaji secara mendalam bagaimana ketergantungan gawai memengaruhi konsentrasi dan efektivitas pembelajaran mahasiswa, serta merumuskan implikasi pedagosis yang relevan.
Pembahasan
Konsep Dasar Topik
Ketergantungan gadget merupakan fenomena yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa seiring dengan perkembangan teknologi digital di lingkungan kampus. Gadget, khususnya gadget, pada awalnya berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran, namun penggunaannya yang berlebihan dapat menurunkan fokus belajar dan memicu ketergantungan. Ariyanti dan Nurhadi (2023) menyatakan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi mengganggu konsentrasi belajar mahasiswa dan menurunkan efektivitas proses pembelajaran (Ariyanti & Nurhadi, 2023).
Ketergantungan gadget didefinisikan sebagai ketidakmampuan individu dalam mengendalikan penggunaan perangkat digital sehingga berdampak pada aktivitas akademik. Penelitian menunjukkan bahwa kecanduan berhubungan dengan gangguan konsentrasi, kualitas tidur, serta penurunan performa akademik mahasiswa (Kwon et al., 2013). Dewi dan Lestari (2020) juga mengungkapkan bahwa intensitas penggunaan gadget yang ttinggi dapat mengalihkan perhatian mahasiswa selama kegiatan pembelajaran di kelas (Dewi & Lestari, 2020).
Efektivitas pembelajaran mahasiswa dipengaruhi oleh kemampuan berkonsentrasi dan ketercapaian tujuan belajar. Penggunaan gadget yang berlebihan terbukti berdampak pada menurunnya pemahaman materi dan partisipasi akademik mahasiswa (Fauzi & Kurniawan, 2022). Selain itu, ketergantungan gadget berkaitan dengan gangguan produktivitas belajar akibat pola tidur yang tidak teratur serta kecanduan internet melalui perangkat mobile (Lestari & Hidayat, 2021).
Dampak atau Manfaat Bagi Mahasiswa
Ketergantungan gadget pada mahasiswa berdampak terhadap aspek akademik, sikap, dan pembentukan karakter. Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar, dan ,tanggung jawab mahasiswa dalam menjalankan kewajiban akademik. Penelitian nasional menunjukkan ketergantungan gadget dapat memicu kelalaian dalam waktu, termasuk kelalaian kewajiban shalat, yang mencerminkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa (Ariyanti & Nurhadi, 2023; Lestari & Hidayat, 2021).
Selain itu, ketergantungan gadget juga berdampak pada aspek sosial mahasiswa. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi interaksi dan kepedulian sosial di lingkungan kampus. Kondisi ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab karena mahasiswa menjadi lebih individualis dan tertutup (Ariyanti & Nurhadi, 2023).
Dari sisi akademik, penggunaan gadget yang tidak terkontrol berdampak pada lemahnya pemahaman dalam belajar, lemah dalam berfikir, dan menurunnya efektivitas pembelajaran. Mahasiswa juga meninggalkan tanggung jawab, seperti keterlambatan mengerjakan tugas dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran (Dewi & Lestari, 2020; Fauzi & Kurniawan, 2022).
Selain itu, ketergantungan gadget membentuk karakter mahasiswa yang cenderung malas. Mahasiswa juga menjadi pasif dalam kemampuan berbahasa asing dan bergantung pada alat bantu digital. Oleh karena itu ketergantungan gadget tidak hanya memengaruhi hasil belajar, tetapi juga nilai, sikap, dan karakter mahasiswa (Rahmawati & Putra, 2023; Lestari & Hidayat, 2021).
Studi Kasus
Dalam era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Perangkat ini digunakan tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana penunjang kegiatan akademik serta hiburan. Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif, khususnya terhadap konsentrasi belajar dan efektivitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji secara mendalam pengaruh penggunaan gadget terhadap perilaku belajar mahasiswa.
Dalam studi kasus ini, data diperoleh dari 123 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung untuk melihat bagaimana penggunaan gadget memengaruhi konsentrasi dan efektivitas pembelajaran di lingkungan kampus. Saat ini, gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa.Gadget digunakan untuk mendukung kegiatan belajar, berkomunikasi, serta hiburan. Namun, penggunaan gadget yang tidak diatur dengan baik dapat berdampak pada fokus belajar dan kebiasaan akademik mahasiswa.
Berdasarkan hasil survei, sebagian besar mahasiswa menyatakan pembelajaran menjadi lebih efektif ketika penggunaan gadget dibatasi selama jam perkuliahan. Sebanyak 58,5% mahasiswa menyatakan setuju dan 35% menyatakan sangat setuju bahwa pembatasan penggunaan gadget membantu mereka lebih fokus saat kuliah. Kondisi ini sejalan dengan hasil penelitian Afiifah et al. (2025) yang menjelaskan bahwa penggunaan gadget untuk aktivitas non-akademik dapat mengganggu konsentrasi belajar mahasiswa.
Selain itu, gadget juga sering mengalihkan perhatian mahasiswa saat membaca atau mempelajari materi perkuliahan. Hasil survei menunjukkan bahwa 53,7% mahasiswa setuju dan 17,1% sangat setuju bahwa fokus belajar mereka mudah terganggu akibat penggunaan gadget. Hal ini didukung oleh penelitian Susanti et al. (2024) yang menyebutkan bahwa notifikasi, media sosial, dan kebiasaan membuka aplikasi hiburan menjadi faktor utama yang membuat konsentrasi belajar menurun.
Penggunaan gadget yang berlebihan juga berdampak pada kebiasaan mengerjakan tugas. Berdasarkan survei, 48,8% mahasiswa setuju dan 22,8% sangat setuju bahwa terlalu sering menggunakan gadget membuat mereka menunda mengerjakan tugas perkuliahan. Penelitian Sari et al. (2020) menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap gadget berkaitan dengan kebiasaan menunda tugas dan lemahnya pengaturan waktu belajar mahasiswa.
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan gadget yang berlebihan juga membuat sebagian mahasiswa merasa tidak nyaman ketika tidak membawa gadget. Hasil survei menunjukkan bahwa 56,9% mahasiswa setuju dan 15,4% sangat setuju bahwa mereka merasa gelisah saat jauh dari gadget. Kondisi ini menunjukkan adanya ketergantungan terhadap gadget. Hal ini sejalan dengan penelitian Pratiwi dan Hidayat (2019) yang menjelaskan bahwa ketergantungan gadget dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kenyamanan mahasiswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Pengaruh gadget juga dirasakan dalam kehidupan pribadi mahasiswa. Sebanyak 49,6% mahasiswa setuju dan 13% sangat setuju bahwa terlalu fokus bermain gadget dapat membuat aktivitas lain, seperti ibadah, menjadi tertunda. Penelitian Rahman et al. (2022) menyebutkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan aktivitas harian, termasuk kegiatan akademik dan non-akademik.
Namun, dalam hal hubungan sosial di lingkungan kampus, 45,5% mahasiswa menyatakan tidak setuju bahwa gadget membuat mereka sulit bersosialisasi. Hal ini menunjukkan bahwa gadget tidak selalu berdampak negatif terhadap interaksi sosial. Penelitian Amin et al. (2020) menjelaskan bahwa gadget justru dapat membantu komunikasi dan hubungan sosial apabila digunakan secara tepat dan tidak berlebihan.
Dari sisi durasi penggunaan, hasil survei menunjukkan bahwa penggunaan gadget di kalangan mahasiswa tergolong tinggi. Sebanyak 36,6% mahasiswa menggunakan gadget selama 6–8 jam per hari, 27,6% selama 8–10 jam, 26% selama 4–5 jam, dan 9,8% selama 10–12 jam per hari. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menghabiskan waktu cukup lama untuk menggunakan gadget setiap harinya.
Penggunaan gadget dalam waktu yang sangat lama berkaitan dengan tingkat ketergantungan yang lebih tinggi. Mahasiswa yang menggunakan gadget dalam durasi panjang cenderung lebih sulit mengendalikan kebiasaan menggunakan gadget dan mengatur waktu belajar. Hal ini sejalan dengan konsep ketergantungan gadget yang dijelaskan oleh Kwon et al. (2013), yang menyatakan bahwa individu dengan tingkat ketergantungan tinggi akan mengalami kesulitan dalam mengontrol penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penggunaan gadget perlu dibatasi dan diatur dengan baik, terutama selama jam perkuliahan dan waktu belajar. Gadget tetap bermanfaat jika digunakan untuk kegiatan yang mendukung pembelajaran, seperti mencari materi dan mengerjakan tugas. Namun, penggunaan gadget untuk hiburan sebaiknya dikendalikan agar tidak mengganggu fokus belajar dan aktivitas penting lainnya.
Tantangan dan Solusi
Salah satu tantangan utama dalam penggunaan gadget di lingkungan kampus adalah kesulitan mahasiswa dalam mengontrol penggunaan gadget saat belajar. Gadget sering digunakan tidak hanya untuk keperluan akademik, tetapi juga untuk hiburan, sehingga perhatian mahasiswa mudah teralihkan. Kondisi ini terjadi karena rendahnya kontrol diri dalam menggunakan gadget selama kegiatan belajar (Wahyuni et al., 2021).
Tantangan lainnya adalah kurangnya kebiasaan mengatur waktu penggunaan gadget. Banyak mahasiswa belum mampu membagi waktu dengan baik antara belajar dan penggunaan gadget, sehingga gadget sering digunakan secara berlebihan. Hal ini diperkuat oleh Putra et al. (2020) yang menjelaskan bahwa lemahnya manajemen waktu membuat mahasiswa sulit membatasi penggunaan gadget.
Selain itu, belum adanya aturan yang jelas terkait penggunaan gadget saat perkuliahan juga menjadi tantangan. Tanpa kesepakatan atau aturan yang tegas, mahasiswa cenderung menggunakan gadget secara bebas di dalam kelas, yang dapat mengganggu suasana belajar (Suharti & Kurniawan, 2019).
Untuk mengatasi tantangan tersebut, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengatur penggunaan gadget, terutama dengan membedakan waktu belajar dan waktu hiburan. Kebiasaan membuat jadwal belajar dan membatasi waktu penggunaan gadget terbukti membantu mahasiswa lebih fokus (Handayani et al., 2022). Selain itu, penerapan aturan penggunaan gadget selama perkuliahan, baik melalui kesepakatan kelas maupun arahan dosen, dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Solusi yang tepat adalah mahasiswa diberikan edukasi tentang bijaknya dalam penggunaan gadget dalam kehidupan sehari sehari, khusus nya membatasi penggunaan gadget pada proses perkuliahan, dengan cara tidak menggunakan gadget pada saat proses perkuliahan, kecuali adanya proses perkuliahan yang diwajibkan untuk menggunakan gadget dalam proses pembelajaran, pada saat proses perkuliahan sebaiknya dosen/pengajar harus membuat proses pembelajaran menjadi lebih terbuka atau membuat suasana menjadi lebih menyenangkan, agar meminimalisir mahasiswa menggunakan gadget di dalam kelas, serta tidak menimbulkan kebosanan terhadap proses pembelajaran.
Data

Gambar 1. Pembatasan gadget

Gambar 2. Konsentrasi belajar

Gambar 3. Menunda tugas

Gambar 4. Ketergantungan gadget

Gambar 5. Menunda Ibadah

Gambar 6. Kesulitan bersosialisasi

Gambar 7. Durasi penggunaan gadget

Rata-rata = 913/123
= 7,42 jam
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan studi kasus yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa ketergantungan gadget memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsentrasi dan efektivitas pembelajaran mahasiswa di lingkungan kampus. Intensitas penggunaan gadget yang tinggi, terutama untuk aktivitas non-akademik, terbukti dapat menurunkan fokus belajar, memicu kebiasaan menunda tugas, serta mengganggu pengelolaan waktu dan keseimbangan aktivitas mahasiswa. Kondisi ini berdampak langsung pada pemahaman materi, partisipasi dalam pembelajaran, dan capaian akademik secara keseluruhan. Meskipun gadget memiliki peran penting sebagai sarana pendukung pembelajaran dan komunikasi, penggunaannya yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan yang memengaruhi aspek akademik, sosial, psikologis, dan pembentukan karakter mahasiswa. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pembatasan penggunaan gadget selama perkuliahan dapat meningkatkan konsentrasi dan efektivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran diri mahasiswa, manajemen waktu yang baik, serta dukungan dari dosen dan institusi melalui aturan penggunaan gadget yang jelas agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara optimal tanpa mengurangi kualitas proses pembelajaran.
Daftar Pustaka
Afiifah, N. N., Arthamivera, N., Mardianto, P. S., Ramadhani, R., Rahmah, R., & Anhar, A. (2025). Analisis dampak penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Indonesian Multidisciplinary Education Journal. Retrieved from https://ejournal.indo-intellectual.id/index.php/imeij/article/download/4340/2817/33469
Amin, M., Irfan, Y., & Saputra, R. (2020). Pengaruh penggunaan gadget terhadap interaksi sosial mahasiswa. Kutubkhanah: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan. Retrieved from https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Kutubkhanah/article/download/10014/5140
Ariyanti, E., & Nurhadi, A. (2023). Pelajar masa depan kini: Antara gadget dan belajar. JIPEDU: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 45–58. Retrieved from https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/jipedu/article/view/2046
Handayani, R., Sari, M., & Putri, D. A. (2022). Pengelolaan waktu belajar dan penggunaan gadget pada mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Diri, 4(2), 85–94. Retrieved from https://journal.uny.ac.id/index.php/jppd/article/download/45821/19012
Dewi, N. P. A. R., & Lestari, M. T. (2020). Pengaruh penggunaan smartphone terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Acta Diurna Komunikasi, 2(1), 1–12. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/27151
Fahrizal, M., & Faiga, N. (2021). Pengaruh penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan Modern, 6(2), 112–120.
Fauzi, R., & Kurniawan, D. (2022). Pengaruh penggunaan gadget terhadap efektivitas pembelajaran mahasiswa. Artikel Ilmiah FISIP, 1–15. Retrieved from https://yapindo-cdn.b-cdn.net/article/69840/1748913884993.pdf
amun, Y. M., & Ntelok, Z. R. (2022). Dampak penggunaan smartphone di kalangan mahasiswa. Edukasi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 3796–3803. Retrieved from https://www.semanticscholar.org/paper/868dd03810c76c6c1d6d5d35508e285723d258d3
Kwon, M., Kim, D. J., Cho, H., & Yang, S. (2013). The smartphone addiction scale: Development and validation of a short version for adolescents. PLoS ONE, 8(2), e56936. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0083558
Lestari, S., & Hidayat, A. (2021). Efektivitas internet addiction mobile pada mahasiswa. STIKes Kharisma Husada. Retrieved from http://repository.lp4mstikeskhg.org/191/1/Buku%20Monograf_Efektifitas%20Internet%20Addiction%20Mobile%20%2B%20ST%20new.pdf
Maulana, A., & Maulianza, M. (2022). Pengaruh intensitas bermain game online terhadap sikap prokrastinasi akademik mahasiswa. Inter Community: Journal of Communication Empowerment, 4(1). Retrieved from https://journal.interstudi.edu/index.php/intercommunity/article/view/1117
Palupi, R., & Cahjono, H. (2022). Intensitas penggunaan smartphone dan pengaruhnya terhadap fokus belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 9(1), 45–54.
Pratiwi, N., & Hidayat, D. (2019). Dampak penggunaan gadget terhadap kondisi psikologis mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia. Retrieved from https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JPPI/article/download/3106/1846
Putra, A., Lestari, S., & Nugroho, B. (2020). Hubungan manajemen waktu dengan perilaku penggunaan gadget pada mahasiswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 5(1), 23–30. Retrieved from https://journal.upy.ac.id/index.php/JBKI/article/download/1234/987
Rahman, A., Suryadi, A., & Fikri, M. (2022). Penggunaan smartphone dan perilaku belajar mahasiswa. EduSociata. Retrieved from https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/edusoc/article/download/14932/7345
Rahmawati, D., & Putra, A. (2023). Smartphone addiction and learning effectiveness in higher education. International Journal of Technology in Education, 6(3), 210–220. Retrieved from https://journal.publication-center.com/index.php/ijte/article/view/1896
Riskiana, R., Kurniawan, W. E., & Maryoto, M. (2024). Hubungan adiksi gadget dengan motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(2), 763–770. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i2.2164
Sago, L. A., Putri, N. R., & Wijaya, D. (2025). Smartphone dependency and its impact on academic motivation among university students. International Journal of Educational Research and Innovation, 14, 88–97.
Sari, D. P., Putri, A. R., & Hidayat, R. (2020). Hubungan ketergantungan gadget dengan prokrastinasi akademik mahasiswa. Indonesian Multidisciplinary Education Journal. Retrieved from https://ejournal.indo-intellectual.id/index.php/imeij/article/download/2815/1850
Suharti, S., & Kurniawan, D. (2019). Pengaruh lingkungan belajar terhadap konsentrasi mahasiswa dalam perkuliahan. Jurnal Pendidikan Tinggi Indonesia, 7(1), 45–53. Retrieved from https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/JPTI/article/download/5123/3489
Susanti, S., Pulungan, F., Rezki, M. A., Purba, M. P., & Gaol, R. A. G. L. (2024). Pengaruh penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar. Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Retrieved from https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/jitk/article/download/530/408/1530
Wahyuni, T., Rahma, A., & Fadli, M. (2021). Kontrol diri mahasiswa dalam penggunaan gadget pada kegiatan akademik. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(2), 112–120. Retrieved from https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jpp/article/download/13678/8123